Selasa, 31 Mei 2016

Puisi tentang mantan calon pacar


BYE MAKSIMAL

Ibarat pungguk merindukan bulan
Itulah aku
Yang berharap bersanding denganmu
Yang berharap jadi milikmu
Yang berharap kau hargai
Yang berharap kau cintai
Dan akhirnya kau lukai
Bagai bumi dengan langit
Itulah kita
Aku yang masih kecil menurutmu
Dan kau dewasa menurutmu
Jelek rupaku katamu
Dan tampan wajahmu ungkapmu
Tak baik sifatku katamu
Baik dan sholeh sifatmu
Itulah perbedaan kita
Perbedaan yang kau buat sendiri
Aku buminya
Dan kau langitnya
Dan inilah perbedaan menurut si bumi ini
Kecil umurku, dewasa pemikiranku
Dewasa dirimu, kekanak-kanakan sifatmu
Yang menyakiti seorang gadis kecil yang kau anggap bumi ini
Buruk rupaku bukan berarti buruk hatiku
Kecantikanku tak secantik wanita pujaanmu
Dan ketampananmu juga tak setampan pangeranku
Bagai air dan api 

Yang merupakan hal yang berbeda
Air yang menyejukan disaat terik
Dan api yang membakar kemudian hitam
Kamu air yang menyejukkan hati
Dan saat air itu terus mengalir dan banyak
Yang terjadi adalah bencana
Aku api yang membakar semua yang ada
Dan saat bencana itu datang
Aku akan datang
Menghangatkan mereka yang kedinginan
Mereka yang sangat merasa kesejukan
Bagai minyak dan air
Kita tak bisa bersatu
Itu sekarang doaku
Biarkan kita seperti minyak dan air
Yang tidak akan bisa bersatu
Walaupun bisa,
Aku tidak akan mau
Karena kamu, karena bersamamu
Dan kamu yang memulai perbedaan
Dan aku yang mengakhirinya
Dengan berkata

Bye maksimal

Sabtu, 07 Mei 2016

Kenangan PKL SMK


#BUAT_KAMU
1 Februari 2016. Di tanggal itu gue mulai ngerasaain kehidupan dunia lain. Dunia lain yang gue maksud bukan dunia lain yang ada di TV, tapi dunia lain yang belum pernah gue rasain selama gue hidup. Di dunia yang baru gue mulai ini, gue masih kaku buat ngejalaninnya. Gue masih beradaptasi sama suasana dan kondisi dunia baru gue. Dunia baru gue ini sering orang bilang dua PKL. Dunia PKL itu dunia dimana lo yang masih sekolah disuruh buat latihan kerja, dengan kata lain lo mraktekin semua ilmu yang lo terima disekolah di dunia nyata yaitu di tempat PKL.
Awalnya berat banget buat gue jalanin, karna gue dituntut harus memposisikan diri jadi orang dewasa yang harus bekerja serius. Rasanya aneh aja, seorang siswi kaya gue yang hari-hari main handphone sama laptop sekarang harus melakukan hal yang dilakukan oleh seorang pekerja. Tapi lama kelamaan rasa-rasa itu udah pergi dari otak gue dan beralih dengan mainsett yang menyenangkan sebagai pekerja. Rasa seneng itu bukan hanya berasal dari material aja, non material juga ada seperti saat lo ketawa bareng karyawan tempat PKL lo, lo makan bareng sambil berbagi cerita dan banyak lagi. Hal yang paling gue senengin dari masa PKL ya itu dimana gue dapat wujudin impian yang sulit gue capai. Impian yang sederhana dan sangat berarti buat gue. Impian itu adalah punya seorang kakak. Impian itu terwujud di dunia PKL. Di sana gue bisa punya banyak banget kakak yang dari kecil gue impikan. Ada mas Bangun, mas Unggul, mas Narso, mas Oki, mas Rizki, mba Hikmah, mba Esi, mas Wahyu, mas Rendra, mas Rono, mas Jito, mas Anang, mas Towo dan masih banyak lagi. Mereka-mereka ini adalah orang-orang baru yang baru gue kenal dan sudah gue anggap jadi kakak gue. Selain dapat wujudin impian gue, gue juga bisa move on dari bayang-bayang cinta masalalu gue yang sangat menyakitkan. Di tempat PKL gue nemuin rasa yang baru. Rasa cinta yang tumbuh lagi di hati gue. Emang sih gue masih di bawah umur. Tapi apa Tuhan melarang orang jatuh cinta. Tidak! Yang Tuhan larang itu saat lo berniat buat bermaksiat sama orang yang lo suka itu. Dan satu kata yang gak gue suka. Jangan dilihat dari umur gue yang baru 16 tahun, tapi apa dia tau kalau keseriusan tidak bergantung pada umur. Cinta gue emang bukan cinta yang akan terus maju sampai ke hal yang lebih serius, tapi cinta gue ini bukan cinta monyet. Asal kalian tau gue suka sama orang itu bukan asal suka. Dan saat gue sekali suka sama orang gue akan butuh waktu lama buat melupakannya. Jadi jangan bilang kalo cinta gue cinta monyet.
90 hari udah berlalu, waktunya gue pamit pulang dan kembali ke dunia lama gue, dunia sekolah. dunia dimana gue kembali kerutinitas yang super cape. Dunia dimana gue ketawa bareng sama anak-anak seusia gue. Ada sebuah kata yang berbunyi, “memulai itu lebih gampang daripada mengakhiri”. Ini kata yang menggambarkan saat hari terakhir gue PKL. Gue harus nglepasin temen-temen baru dan keluarga baru gue. Rasanya pengen nangis, gak kuat buat ninggalin mereka. Tapi satu kata yang masih gue gue percaya sampai saat ini. Di dalam pertemuan pasti ada perpisahaan dan jika jodoh pasti akan bertemu kembali. Jadi gue disini mau minta maaf jika selam gue PKL, gue banyak ngelakuin kesalahan, gak sopan, gak PKL malah mainan, gak bantu-bantu malah jadi tukang ngrepotin, sering bikin kesel dan semua hal negative yang gue lakuin. Gue bener-benr minta maaf untuk itu semua. Dan gue terimakasih banget puat tiga bulannya. Di tiga bulain ini gue bias dapet banyak ilmu kehidupan yang belum gue dapetin dimanapun. Gue bangga bias PKL di tempat semenyenangkan kaya di situ dan kenapa gue harus malu kalo kerjaan gue itu angkat gas, jual oli, jual minyak tanah dan jual yang lain. Gue malah bangga karna gue bias punya pengalaman yang lebih banyak dan beda sama temen-temen yang lain yang kerjaannya hanya di depan computer dan bergaul sama kertas. Gue gak malu cerita pengalaman gue PKL karena pengalaman tiga bulan kemarin yang telah membuat gue bisa nulis blog ini dan pengalaman itu yang udah melahirkan heni yang baru. Yang lebih rajin, lebih menghargai pekerjaan, lebih mengharga semuanya terutama arti sebuah senyuman kepada seseorang. PKL kemarin membuat heni yang terkenal gak suka senyum dan galak menjadi pribadi yang mulai suka senyum dan penyabar. Thank buat semuanya, mba hikmah, mba esi, mas unggul, mas narso, mas wahyu, mas bangun dan semua pihak yang telah membentuk pribadi heni yang baru ini. Dan saat-saat terakhir gue ini, gue ingin mbuatin sesuatu buat kalian semua. Sesuatu yang sederhana tetapi itu keahlian gue. Walau jelek dan gak sesuai gue minta maaf karna gue juga mash belajar.


Harapan yang tersirat
Indah tertata rapat
Kata cinta teumpat
Membuat hati terperanjat
Akan sesuatu yang berat
Wahai pujangga cinta
Akankah kau melihat
Tanda cinta yang tercatat
Inilak ungkapan hati yang terikat

Namamu terukir indah
Atas tinta berwarna merah
Ranum bak buah mangga
Sempurna seperti lingkaran
Oh menawan bak pangeran

Arah kaki tanpa tujuan
Rasa lelah tak tertahan
Berat yang dirasakan
Akankah ini berakhir
Nasib baik kapankah datang
Gundah ini kapankah hilang
Untuk apa kau dating
Namun jika kau akan menghilang

Untukmu aku ada
Napasku mengalun nada
Galaupun tlah tiada
Gembira yang sekarang ada
Untukmu aku ada
Lisan ini hanya namamu terucap

Entah kapan kita kan bersatu
Sampai kapan aku menunggu
Ini kah takdir diriku
Sabarkah yang harus kujalani
Akankah aku terus menanti
Rasa ini mulai mati
Akankah hidup kembali
Sungguh aku lelah
Andai ada sebuah cahaya
Terang benderang menembus sukma
Aku harap itu dia

Wahai pujangga cinta
Akankah aku menunggumu
Haruskan aku menunggu
Yakinkah aku padamu
Untuk menjad pendamping hidupmu

Kata cinta kuucapkan
Redah suara yang kuberikan
Drama kasih yang ku inginkan
Noda cinta kau torehkan
Valse or true i don’t care
Doaku slalu untukmu
Lisanku slalu terucap namamu
Bersama detak jangtungku
Tyada berhenti memanggilmu

Tanpamu aku lemah
Untukmu aku ada
Karnamu aku ada
Inikah pertanda
Rasa yang ada di dada
Memberontak memaksa
Akan sesuatu yang ingin dikata
Namun aku malu tuk berkata

Sorry buat karya puisi pendek gue yang jelek ini, gue harap kalian suka. Dan maaf untuk pihak lain yang belum gue buatin puisi namanya. Walaupun nama kalian gak gue buatin puisi, tapi nama kalian akan menjadi puisi di hati gue.

                                                                                                                        Salam sayang,
                                                                                  
HENI ISWANTARI



Rabu, 20 April 2016

Komik Sederhana Yang Bikin Ngakak




sebagai anak muda kita harus menikmati masa muda kita dengan hal-hal yang posif aja. contohnya kaya membuat karya seperti yang gue buat. emang sih gue gak jago-jago banget masalah ngedit foto sama buat komik. tapi hal ini bisa ngurangin kegiatan-kegiatan negatif gue. lah buat gampang aja mari gue kasih tau cara membuat komik sederhana yang bisa buat lo ketawa ngakak.
1. carilah foto-foto yang berkarakter
2. pikirkan kata-kata lucu yang mau lo aplikasiin ke foto tersebut
3. siapin applikasi yang buat ngedit foto
4. satu per satu foto lo tulisin kata-kata yang lo tadi udah pikirin
5. jika udah selesai lo gabungin sesuai dengan urutannya
6. komik sederhana sudah selesai dan upload lah di medsos lo dijamin orang yang ada di foto lo bakal komen. wkwkwkwkwkwkwk

Kamis, 07 April 2016

Cerpen tentang pengalaman Praktek Kerja Lapangan


CINLOK PKL


Umur gue sekarang 17 kurang 1 bulan. Sekarang gue duduk dikelas 2 SMK. Orang bilang saat kita kelas satu kita jadi orang yang cari aman, pura-pura sopan, apa aja nurut dan cenderung takut sama kakak kelas. Sedangkan kalau ngomong kelas tiga itu cenderung masa bodo sama kelakuan adik kelas. Mereka lebih fokus sama ujian yang mau dihadapi. Dan orang bilang juga masa-masa yang membahagiakan, masa yang lagi songong-songongnya, masa dimana lagi luar biasanya, masa dimana benih cinta mulai merajalela yaitu saat kita duduk dikelas dua. Kelas diantara cari aman dan masa kefokusan. Di SMK ada salah satu program yang sering kita sebut PKL yaitu kepanjangan Praktek Kerja Lapangan. Dan gue merasakan hal itu. Saat masa pemilihan tempat PKL, gue galau mau PKL dimana. Setelah gue mantapkan diri dan memilih tempat yang gue jadiin tempat PKL, ternyata gue mengalami penolakan. Saat itu sakit hati gue.
Ada pepatah bilang sehabis gelap terbitlah terang. Saat gue lagi terpuruk akhirnya gue dapet tempat PKL-an. Walaupun bukan pilihan gue, tapi ini adalah awal cerita 17 tahun gue.
            Hari pertama PKL gue semangat banget. Semangat gue lagi berkobar kobarnya karena gue bisa bangun lebih siang dari biasanya jadi gue nggak ngerasa ngantuk kaya dikelas. Selain itu gue ngerasa bebas dari beban belajar malam dan bawa buku berat yang sering gue dan temen-temen keluhin. Rasanya gue ringan banget walaupun berat badan gue 60 kg tapi gue ngrasa lebih ringan dari segala rutinitas sekolah gue.
            Di tempat gue PKL gue dapet banyak temen baru yang sebelumnya belum pernah gue kenal ataupun gue temuin. Ada pak Tino, Pak Anjas, Bu Eni, mas Ahna, Mas Nova, Mas Agung, Mas Arif, Mba Saras, Mba Wati dan banyak lagi. Kebetulan bos yang punya perusahaan gue PKL, punya perusahaan dua dan pada waktu gue dan Uti dibutuhin gue PKL di perusaannya yang lain. Bisa dibilang gue kaya barang aja di bawa kesana kemari. Walaupun gue dan Uti PKL di dua tempat tapi gue ngrasa gak ada yang spesial di dua perusahaan tersebut. Semuanya sama aja. Mungkin bedanya saat gue ada di perusaan satu gue lebih banyak santai dan banyak hiburan, dan itu membuat gue ngerasa nyaman di sana. Kalo gue dan uti diperusaan yang dua lebih terjamin masalah makan tapi untuk masalah kebutuhan batiniahnya kurang paling kalo mah Ahnan yang lagi iseng-iseng buat lelocon yang buat kita bisa sedikit rileks dan itu pun Cuma beberapa detik aja karna suasana disana dingin semua. Pokoknya kalo untuk kebutuhan batininahnya gue lebih suka di perusahaan satu kalo untuk kebutuhan makannya gue lebih suka di perusahaan dua. Gitu deh rasanya.
            Hari-hari PKL, gue laluin bareng-bareng sama temen PKL gue, Uti. Seneng sedih gue laluin bareng-bareng sama temen baru gue ini. Mulai dari rok gue dan dia yang sobek, telat masuk, tangan yang pegel, kelaperan nungguin makanan dianter sama mas Ahnan, jadi pegawai ilegal yang harus disembunyiin kalo ada tamu penting dan banyak lagi. Itu semua jadi pengalaman yang gak akan gue lupain selama hidup gue. Gue lupa ngasih tau kalo gue itu anak jurusan akuntansi.
            Orang bilang anak AK itu yang paling pinter paling kalem dan paling semuanya. Tapi itu semua hanya berlaku disekolah. Kenapa gue bilang gitu, karna saat PKL anak AK lah yang paling apes. Anak TI mempelajari tentang hal-hal yang berhubungan dengan komputer dan mesinnya. Anak PM disekolah mempelajari bagaimana menata barang, malayani pembeli, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan pemasaran. Anak AP, mereka mempelajari tentang semua hal yang sering dilakukan di kantor-kantor seperti membuat surat, menerima telepon dan lain-lain. Dan tiga jurusan itu mempelajari hal-hal yang semua orang tahu dan bukan hal yang rahasia. Sedangkan jurusan AK mempelajari hal-hal keuangan perusahaan yang merupakan rahasia perusahaan dan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh tau. Hal ini yang membuat sebuah asumsi yang tidak enak setelah PKL selesai yaitu “ masa anak AK kerjanya foto copy, nulis-nulis gak ada membuat laporan keuangan atau jurnal”. Nah asumsi ini merupakan salah satu kata tradisi yang sulit untuk diubah dari jaman kakak kelas gue yang mungkin sekarang udah punya cucu. Ini diakibatkan perusahan tempat gue dan temen-temen senasib gue PKL melarang anak PKL buat tau hal-hal yang berhubungan sama akuntansi.
            Tapi keluar dari itu semua PKL anak AK tidak ada masalah. Mereka tetep enjoy dan punya cerita sendiri-sendiri tentang pengalaman PKL mereka. Kaya gue, mungkin udah takdir dari Tuhan buat gue ditolak tempat PKL pilihan gue dan mengganti tempat PKL yang membuat cerita manis dalam kehidupan gue.
            Bukan hal yang aneh saat kita PKL kita bertemu dengan banyak orang baru dengan berbagai karakter dan fisik yang berbeda. Itu terjadi sama gue dan Uti. Beberapa hari PKL gue beradaptasi sama karakter orang-orang yang ada disana. Satu minggu,  dua minggu gue ngerasain yang berbeda. Ada sesuatu yang membuat gue selalu terbayang wajah seseorang yang baru gue kenal saat PKL. Dia salah satu karyawan yang kerja di tempat gue PKL. Sebenarnya gak ada yang istimewa sama dia dan cinta tumbuh bukan karna ada yang spesial dari orang yang kita cintai.
            Rasa ini lama kelamaan semakin terasa dan mengganggu gue. Rasa ini sama persis sama rasa yang pernah gue rasaain sama kakak kelas gue yang namanya Putra. Tapi entah kenapa rasa suka gue sama Putra mulai melemah bahkan saat gue liat dia gue biasa aja sekarang.  Mungkin Mas Nova adalah alasan kenapa rasa cinta gue mulai ilang ke Putra. Uti temen PKL gue yang tau semua suka duka gue saat PKL pernah bilang “ apa yang lo suka sih dari dia?”. Dengan santai gue jawab gue suka dia saat dia gue liat dia sholat di masjid. Saat itu hati gue bergetar saat liat dia. Fisik menurut gue no sekian, yang penting agamanya. Itu juga pesen dari salah satu guru gue.
            Masa pendekatan gue dimulai dari cari akun facebooknya dia dan gue add dia. Rasa bahagia gue bertambah saat di menerima pertemanan gue. Kebahagiaan gue berlanjut saat gue nginbok dia. Sebenarnya jika disebut ini modus bukan juga. Gue nginbok dia dikarenakan hal yang terpaksa tentang absensi PKL gue. Dan dia pun ngerespon dan njawab gue. Dan disitu gue mulai ramah sama dia. Gue udah bisa senyum sama dia. Udah bisa nyapa walau hanya satu kata. ini yang menghambat gue kenalan sama dia, dia itu gak sentuhan sama cewe dan ngomongnya seperlunya aja, beda sama Mas Ahnan. Mas Ahnan itu bisa buat suasana rileks, asik buat ngobrol, lucu, dan dia kebapaan banget.
            Dan gak beberapa lama gue ngeliatin kronologi dia, ndownload foto profilnya dia dan banyak hal kekanak-kanakan yang gue lakuin. Dan semua itu berubah seketika, saat gue ngeliat sebuah postingan yang isinya gambar seorang wanita berkerudung. Sebenarnya gambarnya biasa kaya gambar biasanya, tapi ada salah satu sisi dari gambar itu yang membuat mata gue mulai berair. Inisial “J”. Dan saat gue baca komenan temen dia, ada sebuah nama yang tertulis dan dia pun tidak menyangkalnya. “Julia” siapa dia? Apakah dia kekasihnya? Apakah dia yang sedang dekat dengannya? Apa dia yang dia suka?
Banyak pertanyaan yang muncul di hati gue. Gue mulai berkaca pada diri gue apa gue pantes buat dia? Dan gue berfikir gue ini hanya anak kecil yang lagi cinta monyet aja. Gue ini bagai puguk merindukan bulan.Dan hati gue mulai melemah.  Sebenarnya sakit banget hati gue. Tapi gue berprinsip air mata gue gak akan gue jatuhin buat orang yang gak mandang gue, dan melirikpun tidak. Gue pernah berfikiran buat menyatakan perasaan gue sama dia. Tapi hati gue gak kuat buat menerima penolakan. Gue masih lemah buat ngrasain sakit hati. Gue ngerasa jadi cewe terbodoh sedunia. Seorang cewe yang menyukai kakak kelasnya dan mencoba berhanyal untuk bersamanya. Seorang cewe yang di lirik aja enggak berharap untuk diterima. Gue putuskan mulai saat ini gue coba ngelupain sedikit demi sedikit rasa gue dan harapan gue. Mumpung baru mulai menyukai dan belum sampai jatuh hati.
            Mungkin lo menganggap gue ini cupu, culun, nora, gak gaul dan apalah kata-kata yang kalian ucapin kegue terserah, gue emang gini orangnya. Banyak orang gue suka tapi hanya sedikit yang bisa buat gue ngerasa nyaman, senyum-senyum sendiri saat sendiri dan sulit buat ngilangin bayangannya di mata gue. Mungkin bukan saatnya gue ngerasain ini, tapi bukan gue yang mau kayak gini. Rasa ini hadir karna Tuhan dan Tuhan juga yang akan ngilanginnya jika dia bukan jodoh gue.


Sabtu, 19 Maret 2016

Puisi Pion

Pion


Apalah arti jabatan tinggi dan pengaruh kuat
Apalah arti kata kita itu sama
Apalah arti kata kita keluarga
Apalah arti janji terucap dalam kata
Jika semua itu hanya kata semata
Jika itu hanya dusta yag tercipta
Jika itu hanya mendengar yang punya tahta
Dan sikecil dipandang sebelah mata
Kini cerita telah berubah
Dari satu sekarang terpisah
Bagai kaki jalan sebelah
Berjalan lurus tanpa arah
Tubuh besar bersuara lantang
Hanya terdengar di awang-awang
Dalam siang terasa petang
Hingga mata terbatas memandang
Ngomong banyak tanpa kerja,apa artinya
Sedikit bicara banyak kerja,tidak berarti bagi mereka
Kini kita bagai subuah catur
Yang terdiri dari pion,kuda,prajurit,benteng,raja dan ratu
Mereka yang hanya memerintah menjelma menjadi raja
Yang hanya memerintah dan marah jika salah
Mereka yang berpengaruh kuat menjelma menjadi ratu
Yang mengatur segala sesuatu 
Tanpa harus melakukan sesuatu
Mereka yang hanya diam dan suka menentang
Menjelma menjadi prajurit
Yang diam dalam keramaian
Tak setuju tinggal menentang
Mereka yang hanya berkata iya menjelma menjadi kuda dan benteng
Yang menurut kendali sang penunggang
Dan berjalan lurus walau didepan ada jurang
Mereka yang tidak di pandang menjelma menjadi pion
Yang dijadikan umpan lawan
Yang berjuang tanpa dipandang
Yang bersuara tak didengar
Yang dikobankan demi kemenangan
Yang sakitnya dipendam

Tanpa bisa dia menggumam

Kamis, 17 Maret 2016

Puisi berjudul "Debar"



Debar

Ketika kududuk sendiri dalam keramaian
Kupejamkan mata menghilangkan beban
Beban yang selama ini ku hilangkan
Tapi akan kembali datang
Lelah rasa terasakan
Membelenggu tak terlepaskan
Terjerat erat terasa di badan
Hanya sesak yang ku rasakan
                                                    Kubuka perlahan kelopak mata
                                                    Terbangun dari beban yang dirasa
                                                    Meraih kembali dunia nyata
                                                    ku singkirkan dunia fana
                                                    Sosok terlintas didepan mata
                                                    Bak permata silau terasa
                                                    Terpaku sejenak tak kuduga
                                                    Diam dan terpana
                                                   
Apa yang sebenarnya terjadi
Apa yang bergetar dihati
Memaksa keluar tak sabar diri
Apa yang terjadi
Tak kutau apalah arti
Apa yang kurasa kini
Hati berdebar tak berhenti
Sungguh rasa yang tak kumengerti
                                                   
                                                    Berdegup kencang hendak berlari
                                                    Organ kehidupan tak sabar diri
                                                    Mempompa sinyal kedalam hati
                                                    Diterjemahkan dalam sebuah arti
                                                    Yang masih sulit kupahami
                                                    Apalah arti rasa ini
Berat terasa kaki ini
Untuk melangkah mencari arti
Apa yang bergetar didalam hati
Membuat penasaran diriku ini
Yang membuat duniaku henti
                                                    Petualangan telah kulalui
                                                    Mencari jawaban semua ini
                                                    Hilang penasaranku kini
                                                    Setelah hati mengartikan sinyal tadi
                                                    Dengan jawaban yang kurasa geli
Cinta

Itulah jawabannya

Sabtu, 02 Januari 2016

Puisi Remaja "Move On"

Move On

HenIS
Gelap gulita menemani dalam sepi
Hening malam mengantarkan air kesedihan
Sebuah bayangan masalalu yang semakin mengiris-iris
Sebuah sosok yang tersenyum dalam tangis
Sebuah suara yang melontarkan kebohongan
Sebuah erangan yang terdengar dari sebuah hati
Hati yang terluka
Hati yang tersakiti
Tapi,,,,Dikala pagipun datang
Sebuah cahaya menyeruat dari dalam kalbu
Sebuah cahaya yang memberikan semangat
Cahaya yang mampu menyembuhkan hati
Menyejukan jiwa
Menghilangkan sakit
Yaitu cahaya kasih sayang orang tua
 Cahaya kasih sayang allah
Yang memberikan mujizat kepada mereka
Mereka ...yang terlarut dalam gelap mata
Mujizat yang memberi sebuah semangat baru

Mujizat itu bernama MOVE ON